Showing posts with label Al Quran. Show all posts
Showing posts with label Al Quran. Show all posts

Memang Tugas Setan

| 0 comments


Menghalangi kebaikan memang tugas setan dan tujuan syetan memang hidup untuk mengganggu dan menggoda keturunan Adam agar selalu jauh dari petunjuk Allah subhanahu wata'ala , membisikkan kedalam hati manusia untuk menghalangi kebaikan dan menjerumuskan manusia ke dalam neraka. 

Setan sangat gigih melakukan hal ini karena itu memang sudah janjinya semenjak dia di usir dari syurga. Di dalam menjalani amal kebaikan, manusia akan selalu dihalangi dan dimusuhi oleh setan namun jika menjalani kejelekan mereka akan terus di dukung dan di tolong oleh setan serta dipermudah jalannya.

Setan selalu berusaha untuk menipu siapa saja untuk mengikuti idealisme dia yang dicitrakan baik, padahal merusak, serta menipu siapa saja untuk yang berbuat baik dan mencitrakannya buruk. Tugas-tugas mereka para setan menjadi lebih mudah ketika berada didalam jama'ah karena tugas mereka sudah diambil alih kebanyakan manusia. Berbeda dengan pada saat manusia itu sendiri seten membisikkan kejahatan dengan ragu - ragu dan was - was. maka pada saat manusia itu berada dengan orang banyak , ditugaskanlah tentaranya yang berwujud manusia.

Jadi bukan tidak mungkin bahkan pasti diantara kita ada banyak setan ^_^ tidak sulit melihat mereka bahkan terlihat sangat jelas , dimana ketika diajak kepada suatu kebaikan maka dia akan menjadi penghalangnya ^_^ itulah wujud setan yang sebenarnya ^_^

Agar selamat dari mereka (setan berwujud manusia) Allah Subhanahu wata'ala menyuruh kita untuk berlindung kepada Nya  dengan membaca Surah An Naas : 1 - 6

"Aku berlidung kepada Tuhan yang memelihara dan menguasai manusia. raja manusia. sembahan manusia. dari kejahatan bisikan syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia"

Wallahu A'lam.

Tidak Katakan Tidak | Iya katakan Iya

| 0 comments


Satu hal yang paling tidak saya sukai adalah mengatakan tidak tapi ya dan mengatakan ya tapi tidak (ragu-ragu) adalah hal yang sangat - sangat tidak baik, karena ragu - ragu adalah tanda - tanda kita sedang berada dalam pengaruh setan. 

Ragu ragu atau was was adalah pengaruh setan oleh oleh karena itu dalam setiap melakukan apapun jika tidak maka katakan tidak dan jika iya maka katakan iya, bagi seorang mukmin yang paling utama adalah keyakinan karena iman itu sendiri adalah keyakinan. 

Keragu-raguan atau was - was adalah salah satu sifat orang kafir sebagaimana dijelaskan dalam alquran Al Hajj : 55:

"Dan senantiasalah orang-orang kafir itu berada dalam keragu- raguan terhadap Al Quran, hingga datang kepada mereka saat kematiannya dengan tiba-tiba atau datang kepada mereka azab hari kiamat"

Penyakit was-was adalah antara penyakit yang paling serius dalam keimanan, karena pada saat itu mereka yang ditimpa keragu-raguan antara iya dan tidak sedang dalam pengaruh setan yang sangat berbahaya karena sekali mereka tergelincir ke dalamnya maka akan sangat sulit untuk bangkit kembali, bahkan tidak menutup kemungkinan akan mengingkari segala apa yang mereka telah percayai. sehingga mentaati syetan, hingga diri mereka menyatu dengan keragu-raguan dari syetan tersebut.

Keputusan dalam menjalani hidup dalam kondisi ragu-ragu, akan menyebabkan jalan hidup menjadi tidak optimal dan hasilnya juga kurang optimal. Hal ini, berlaku untuk semua sektor kegiatan dalam kehidupan. dalam hidup hanya ada dua keputusan, sebagaimana Allah Subhanahu wata'ala menciptakan semua apa yang ada di bumi berpasang - pasangan. yaitu jalan terus dengan yakin dan segera tinggal kalau ragu.

Berani hadapi tantangan untuk maju terus kalau yakin atau segera tinggalkan kalau ragu-ragu, agar segera melangkah ke sektor lain dengan yakin. tidak katakan tidak kalau iya katakan iya.

Jangan Meng Iya kan yang tidak tidak dan Menidakkan yang iya - iya.

Wallahu A'lam

Jangan Ikut Ikutan (Taqlid)

| 0 comments

Jangan Ikut-Ikutan (Taqlid)

Benar-benar tidak dapat dipercaya, semakin hari semakin jauhnya manusia dengan Tuhan dalam beragama khusunya bagi mereka yang ikut - ikutan (taqlid) sehingga menuhankan benda-benda yang tidak wajar untuk di sembah.
Sebagai umat Islam khususnya mereka yang baru saja sadar akan hidupnya telah jauh dari beragama, memang cukup riskan untuk disusupi berbagai macam doktrin dan atau ajaran, padahal cukuplah menjalankan peribadatan sebagaimana yang telah dicontohkan Nabi dengan merujuk al quran dan hadist. tidak perlu ini atau itu, begini dan begitu. 

Hiduplah dengan wajar dan jangan ikut - ikutan.

Pada dasarnya untuk menjalani hidup beragama dan menjalankan agama dengan benar adalah cukup dengan kalimat Laaaaaaa ilaaha Illa Allaah, adapun berbagai macam hukum dan tambahan ilmu pengetahuan adalah tugas dari para pemimpin dan ulama', merekalah yang paling bertanggung jawab atas segala apa yang terjadi pada umatnya.

Namun melihat kondisi kehidupan dizaman ini, nampaknya surah Ali Imran : 104  "Hendaknya ada segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar merekalah orang-orang yang beruntung"

Mau tidak mau dan harus mau dijalankan, kondisi perpecahan , pertikaian , dan berbagai ayat - ayat peringatan telah banyak diturunkan. namun entah kenapa mereka yang mengerti malah semakin asik dan tidak mau tahu akan kondisi umat saat ini. padahal ini tanggung jawab mereka, ini tugas mereka sebagai pemimpin yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban akan apa yang dipimpinnya.

Dilain sisi setiap muncul generasi baru yang hendak melakukan perubahan dan perbaikan pun ditolak mentah - mentah bahkan dikucilkan dan dianggap sebagai biang kerusakan. nampaknya memang dunia sudah terbalik. kebaikan dan petunjuk dianggap sebagai kesesatan dan kesesatan dianggap sebagai petunjuk.

yach...... Alquran memang benar ^_^ seperti dijelaskan dalam surah Al A'raaf : 146 :

" jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus memenempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai dari padanya"

Semoga mereka yang lalai segera mendapatkan hidayah dari Allah Subhanahu wata'ala sehingga dunia ini kembali Aman , Tentram , dan diberi berkah. sebagaimana dijelaskan dalam surah Al A'raaf : 96

"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya"

So guys ....... untuk saudara yang membaca catatan ini , jangan ikut - ikutan. jalani hidup seperti biasa, perbanyak Istighfar , dan cukuplah surah al baqarah : 177 sebagai pedoman :

"Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir yang memerlukan pertolongan dan orang-orang yang meminta-minta; dan memerdekakan hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar imannya; dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa"

Selalu ingat "Allah tidak membebani hambanya melainkan sesuai dengan kemampuannya, lakukan semampunya dengan hanya mengharap Ridha Nya."

Wallahu A'lam.

Konflik , Permusuhan , Pertikaian

| 0 comments

Kenapa ada Konflik ...? Kenapa ada Permusuhan ...? Kenapa ada pertikaian .....? dll

Perubahan sosial yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini, memungkinkan sekali untuk terjadinya konflik antar agama atau konflik antar umat beragama yang lebih besar daripada yang telah terjadi. Berbagai macam bentuk kejahatan, perbuatan kasar, kesewenang wenangan adalah bersumber pada perubahan sosial yang terjadi karena tekanan, rangsangan dan atau pergaulan dalam masyarakat itu sendiri. Terjadinya perubahan-perubahan sosial yang seringkali menimbulkan pertentangan atau konflik antar masyarakat yang pada akhirnya dapat menimbulkan pertikaian dan atau permusuhan.

Keinginan adalah awal dari Segala Bencana.

Kesemuanya adalah karena hawa nafsu manusia itu sendiri, Rasa Ingin Tahu , Rasa Ingin Mencoba , Rasa Ingin Memiliki , dan keinginan - keinginan yang lain yang dilakukan dan atau ditempuh dengan jalan yang Berlebihan, sehingga menghalalkan segala cara untuk menempuh keinginan tersebut. Apapun bentuknya jika ditempuh dengan keinginan yang berlebihan maka hasilnya akan tidak baik.

Telah dijelaskan atau digambarkan dalam alquran pada awal mula penciptaan manusia dimana Adam dan Hawa yang telah diberikan segala kemudahan makan , minum dan sebagainya, terjerumus ke dalam rayuan setan.Dalam kisah tersebut secara tersirat dapat kita ambil beberapa pelajaran bahwa manusia pada dasarnya adalah makhluk yang Rakus , Tomak , dan tidak pernah merasa cukup.

Meski segalanya telah terpenuhi , Adam dan Hawa tetap terjerumus kedalam tipu daya setan hanya karena ingin tahu dan Ingin mencoba buah Khuldi yang telah jelas - jelas dilarang oleh Allah Subhanahu Wata'ala.

Firman Allah Subhanahu Wata'ala :

"Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim"

Dalam Ayat diatas dijelaskan Makanlah buah buahan dimana saja kamu sukai , hal ini bermakna sangat luas sekali Rahmat yang diberikan oleh Allah Subhanahu Wata'ala , dimana Adam dan Hawa diberikan kebebasan yang seluas - luasnya, dan memakan apapun yang mereka sukai. 

Namun dalam lanjutan ayat diatas dijelaskan Janganlah kamu berdua mendekati pohon ini  Perlu di catat disini, diantara sekian banyak buah yang ada di syurga Hanya dan Hanya Satu pohon yang tidak boleh didekati oleh mereka (adam dan hawa) namun apa yang terjadi...?

Meskipun telah tercukupi semua kebutuhan , meskipun telah terpenuhi segala keinginan, namun adam dan hawa tetap tergoda oleh tipu daya setan. Hanya 1 Larangan diantara sekian banyak Rahmat yang telah diberikan oleh Allah Subhanahu wata'ala mereka tidak bisa.

Dunia ini disediakan Tuhan untuk segenap mahkluknya. Dan dunia ini cukup untuk memenuhi kebutuhan semua penghuninya. Akan tetapi, dunia ini akan menjadi sempit dan terlalu sedikit, bahkan tidak cukup, untuk memuaskan hanya keserakahan seorang manusia saja.

Semua Berawal dari Keinginan 

Tafsir, Ta’wil dan Terjamah

| 0 comments

a. Tafsir

Secara bahasa kata Tafsir ( تفســير ) berasal dari kata فَسَّرَ yang mengandung arti: الإيضاح و البيان (keterangan dan penjelasan), yakni menyingkap dan menampak-kan atau menerangkan makna yang abstrak. Kata الفســر berarti menyingkapkan sesuatu yang tertutupi. Menurut istilah, Tafsir berarti Ilmu untuk mengetahui isi kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammas Saw. dan penjelasan maknanya serta pengambilan hukum dan makna-maknanya.ii Definisi lain tentang pengertian Tafsir dikemukakan oleh As-Shabuni, bahwa Tafsir adalah Ilmu yang membahas tentang Al-Quranul-Kariem dari segi pengertiannya terhadap maksud Allah sesuai dengan kemampuan manusia.iii

b. Ta’wil
Sedangkan pengertian Ta’wil, menurut sebagian ulama, sama dengan Tafsir. Namun ulama yang lain membedakannya, bahwa ta’wil adalah mengalihkan makna sebuah lafazh ayat ke makna lain yang lebih sesuai karena alasan yang dapat diterima oleh akal.iv Sehubungan dengan itu, Asy-Syathibi mengharuskan adanya dua syarat untuk melakukan penta’wilan, yaitu: (1) Makna yang dipilih sesuai dengan hakekat kebenaran yang diakui oleh para ahli dalam bidangnya [tidak bertentangan dengan syara’/akal sehat], (2) Makna yang dipilih sudah dikenal di kalangan masyarakat Arab klasik pada saat turunnya Alquran].
Dari pengertian kedua istilah ini dapat disimpulkan, bahwa Tafsir adalah penjelasan terhadap makna lahiriah dari ayat Alquran yang penegrtiannya secara tegas menyatakan maksud yang dikehendaki oleh Allah; sedangkan ta’wil adalah pengertian yang tersirat yang diistimbathkan dari ayat Alquran berdasarkan alasan-alasan tertentu, sehingga dapat ditetapkan suatu makna khusus untuk ayat tersebut.

c. Terjemah
Sedangkan Tarjamah, secara bahasa berati memindahkan lafal dari suatu bahasa ke bahasa lain. Dalam hal ini, memindahkan lafal ayat-ayat Alquran yang berbahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia. Dalam pelaksanaannya, tarjamah terbagi kepada tiga bentuk :

1)Terjamah Harfiah/Lafzhiah: yaitu memindahkan lafal dari suatu bahasa ke bahasa lain dengan cara memindah bahasakan kata-demi kata, serta tetap mengikuti susunan (uslub) bahasa yang diterjemahkan .

2)Terjamah Ma’nawiah/Tafsiriah: Sebagian ulama ada yang membedakan antara tarjamah ma’nawiah dengan tarjamah tafsiriah, sedangkan sebagian lainnya menganggap keduanya adalah sama.

ILMU TAFSIR AL-QUR’AN

| 0 comments

Tafsir menurut bahasa adalah penjelasan atau keterangan, Adapun secara terminologi tafsir adalah penjelasan terhadap Kalamullah atau menjelaskan lafadz-lafadz al-Qur’an dan pemahamannya. Ilmu tafsir merupakan ilmu yang paling mulia dan paling tinggi kedudukannya, karena pembahasannya berkaitan dengan Kalamullah yang merupakan petunjuk dan pembeda dari yang haq dan bathil. Ilmu tafsir telah dikenal sejak zaman Rasulullah dan berkembang hingga di zaman modern sekarang ini.

Menurut istilah, pengertian tafsir adalah ilmu yang mempelajari kandungan kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi SAW., berikut penjelasan maknanya serta hikmah-hikmahnya. Sebagian ahli tafsir mengemukakan bahwa tafsir adalah ilmu yang membahas tentang al-Quran al-Karim dari segi pengertiannya terhadap maksud Allah sesuai dengan kemampuan manusia. Secara lebih sederhana, tafsir dinyatakan sebagai penjelasan sesuatu yang diinginkan oleh kata.

Secara umum Ilmu tafsir adalah ilmu yang bekerja untuk mengetahui arti dan maksud dari ayat-ayat al Qur’an. Pada waktu Nabi Muhammad masih hidup, beliau sendiri yang menjelaskan apa maksud dari ayat Al Qur’an, maka hadis Nabi disebut sebagai penjelasan dari al Qur’an. Setelah Nabi wafat, para sahabat berusaha menerangkan maksud al Qur’an bersumber dari pemahaman mereka terhadap keterangan nabi dan dari suasana kebatinan saat itu. Pada masa dimana generasi sahabat sudah tidak ada yang hidup, maka pemahaman al Qur’an dilakukan oleh para ulama, dengan interpretasi. Ketika itulah tafsir tersusun sebagai ilmu.

Baik secara metode maupun berdasarkan sumbernya Ilmu Tafsir dibagi menjadi 4 macam, untuk lebih jelasnya silahkan dibaca :

Tafsir Berdasarkan Sumbernya

Tafsir Berdasarkan Metodenya

 
 
© Copyright 2010-2011 catatan-ku All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.